
Jakarta, boilerenergyefficiency Indonesia
—
Tujuh personel angkatan laut
Amerika Serikat
(AS) dikabarkan tewas karena bertengkar di atas kapal induk USSĀ Abraham Lincoln, terkait penugasan mereka di Timur Tengah.
Kantor berita Tasnim melaporkan perkelahian itu terjadi di atas kapal perang USS Abraham Lincoln di tengah keresahan kru terkait nasib mereka.
Menurut Tasnim, bentrokan meletus setelah seorang penasihat kepala Komando Pusat (CENTCOM) Brad Cooper naik ke kapal induk untuk menanggapi keluhan awak menyusul protes dari keluarga mereka atas pengerahan berkepanjangan USS Abraham Lincoln.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penasihat itu dilaporkan dicemooh dan dilempari botol saat berbicara di hadapan para personel.
Konfrontasi kemudian meningkat menjadi perkelahian antar-awak yang melibatkan pisau dan senjata tajam lainnya. Tujuh personel pun dikabarkan tewas dan beberapa lainnya terluka. Suasana di atas kapal setelah itu tegang dan tak kondusif.
USS Abraham Lincoln telah dikerahkan selama 263 hari dan saat ini beroperasi di Samudra Hindia, di mana misi utamanya adalah untuk memblokade Iran.
Kapal induk tersebut telah menghabiskan 208 hari berturut-turut di laut, yang merupakan pengerahan berkelanjutan terpanjang dari USS Abraham Lincoln.
Pekan lalu, ratusan keluarga personel angkatan laut AS menemui Pelaksana Tugas Sekretaris Angkatan Laut Hung Cao. Dalam pertemuan virtual terpisah, para keluarga menyampaikan kekhawatiran tentang kesehatan mental, kelelahan, dan keselamatan para personel.
Sejumlah personel sempat dikabarkan mencoba melompat ke laut akibat frustrasi tak dipulangkan. Salah satunya, suami dari Annabelle Loma, yang kini sedang dalam perawatan medis usai percobaan tersebut gagal.
“Dia takut,” kata Loma.
“Dia berpikir dia akan diberhentikan secara tidak hormat, dan hanya karena dia kelelahan, kariernya selama 13 tahun hancur begitu saja. Itu tidak adil, itu tidak benar. Bukan itu yang seharusnya dia khawatirkan saat ini,” ujar Loma.
Cao telah mengatakan kepada para anggota keluarga bahwa Angkatan Laut sedang mempersiapkan kelompok serang kapal induk USS Theodore Roosevelt untuk menggantikan Lincoln. Namun, para pejabat belum memberikan jadwal pasti, dengan alasan keamanan operasional.
Sekitar 5.000 pelaut dan Marinir di atas kapal induk Lincoln masih menjalani penugasan yang dimulai pada 21 November. Kapal induk tersebut telah dikerahkan selama lebih dari delapan bulan untuk mendukung operasi militer AS di Timur Tengah melawan Iran.
Penugasan yang awalnya diperkirakan akan berakhir pada bulan Mei ini telah diperpanjang tanpa tanggal kembali yang diumumkan secara publik.
(blq/dna)
Baca lagi: Zuckerberg Bela AI dari Isu Kiamat Lapangan Kerja: Tak Perlu Takut
Baca lagi: Whitney Houston Kini Diabadikan Jadi Barbie
Baca lagi: Menko Polkam: El Nino Percepat Kebakaran Hutan dan Lahan



4 Responses
crazyrich88situs slot gacor agen resmi thailand bener” real bos ga kaleng”
untung365untung365 ini bener” situs gacor kurang apalagi wd besar dikasih bonus melimpah
star88situs gacor thailand emang nyata
mister138salah satu situs gacor masuk top 50 situs terbesar di asia bukan omong kosong