
Daftar Isi
Jakarta, boilerenergyefficiency Indonesia
—
Amerika Serikat
disebut menolak permintaan
Arab Saudi
untuk melancarkan serangan terhadap milisi Houthi Yaman.
Menurut laporan Axios yang mengutip dua pejabat AS, Saudi disebut dua kali menelepon Presiden AS Donald Trump pada Kamis (10/9), terkait serangan itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laporan itu menyebut Trump menolak permintaan Saudi dan para pejabat AS menyatakan pihaknya tidak berniat mengambil tindakan militer langsung terhadap Houthi untuk saat ini.
Sampai berita ini ditayangkan Reuters, Gedung Putih dan Kedutaan Besar Arab Saudi di Washington belum memberikan komentar.
AS disebut semakin khawatir dengan konflik yang meningkat pesat di Yaman dan sedang meningkatkan dukungannya bagi Arab Saudi, sambil menghindari keterlibatan militer secara langsung.
Pada Kamis kemarin komandan Komando Pusat AS (US Central Command), Laksamana Brad Cooper, melakukan perjalanan ke Arab Saudi untuk mengadakan pembicaraan koordinasi yang mendesak.
Para pejabat militer dan sipil AS juga menyatakan bahwa arahan Trump adalah agar pasukan AS tetap fokus pada Iran dan Selat Hormuz, sembari menghindari membuka front militer baru.
Pada Juli lalu Reuters melaporkan bahwa Arab Saudi berupaya membentuk koalisi internasional untuk melindungi pelayaran di Laut Merah dari serangan Houthi, seiring meningkatnya ketegangan di dalam dan sekitar Yaman.
Eskalasi ini sendiri bermula pada awal Juli lalu, saat Houthi menyatakan bahwa pasukan mereka berhadapan dengan pesawat tempur Saudi, yang berupaya mencegah pesawat sipil Iran mendarat di Bandara Internasional Sanaa, Yaman.
(dna)
Baca lagi: Indonesia Juara Asian Music Games Kuala Lumpur 2026
Baca lagi: Katy Perry Sebut Justin Trudeau Hadiah Terindah Saat Hidupnya Berat
Baca lagi: Resmi Lepas Gelar, Pangeran Harry dan Meghan Jadi Rakyat Biasa




One Response
untung88 situs resmi terpercaya paling mudah win