
Jakarta, boilerenergyefficiency Indonesia
—
Amerika Serikat
menjatuhkan sanksi kepala Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court/
ICC
) Tomoko Akane dan pengacara senior Abdoulaye Seye dengan dalih melindungi warga Negeri Paman Sam.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengungkapkan kampanye diplomatik untuk membongkar ancaman ICC terhadap kedaulatan AS sudah dimulai sejak Juli.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Pemerintahan Trump memberikan sanksi kepada Presiden ICC Tomoko Akane dan Pengacara Senior Abdoulaye Seye dalam misi teguh kami untuk melindungi warga Amerika dari pengadilan palsu ini,” kata Rubio di X pada Selasa (18/8).
Dia lalu berujar, “Demi menghormati Deklarasi Kemerdekaan kita, warga Amerika tidak akan pernah diangkut ke luar negeri untuk diadili atas pelanggaran yang dibuat-buat.”
Orang-orang itu, lanjut Rubio, terlibat langsung dalam upaya ICC menyelidiki, menangkap, menahan, atau menuntut pejabat dari negara yang belum menyetujui yurisdiksi pengadilan internasional ini.
[Gambas:Twitter]
AS sebelumnya juga menjatuhkan sanksi ke pejabat ICC dengan melarang mereka masuk ke Negeri Paman Sam dan melakukan transaksi dalam sistem keuangan di negara itu.
Menanggapi sanksi pemerintahan Trump, ICC menyebut tindakan itu merusak supremasi hukum.
“Saat para pelaku peradilan diancam karena menerapkan hukum, maka tatanan hukum internasional itu sendiri yang berada dalam risiko,” demikian pernyataan ICC, dikutip
AFP
.
Sebagian besar tindakan AS merupakan respons terkait investigasi ICC yang melibatkan sekutu dekatnya Israel.
Pada 2024, pengadilan mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang dituduh melakukan kejahatan perang di Jalur Gaza, Palestina.
AS dan Israel bukan negara anggota yang meratifikasi Statuta Roma ICC sehingga tak punya kewajiban melaksanakan surat perintah itu.
Namun, desakan perintah penangkapan muncul dari Wali Kota New York Zohran Mamdani yang meminta pemerintahan federal bertindak sesuai surat perintah ICC.
Presiden AS Donald Trump lalu menanggapi dengan menegaskan tak akan menangkap Netanyahu dengan cara atau bentuk apapun selama dia ada di AS.
(isa/rds)
Baca lagi: Ayu Ting Ting Kentara Salah Tingkah Soal Perhatian dari Kevin Gusnadi
Baca lagi: FWD Insurance Syariah Resmi Kantongi Izin Usaha OJK
Baca lagi: Daftar Nominasi MTV Video Music Awards (VMA) 2026


3 Responses
Artikel ini memiliki pembahasan yang menarik dan penuh dengan informasi berguna. Penjelasannya tidak berbelit-belit sehingga mudah untuk dipahami. Terima kasih telah berbagi pengetahuan berkualitas. Jangan lupa kunjungi situs kami BAGUS365 LOGIN
untung365 pusat main game online paling mantep
Sangat menarik membaca artikel yang penuh dengan informasi berguna seperti ini. Banyak pengetahuan baru yang bisa diperoleh dengan cara penyampaian yang sederhana. Terima kasih telah menghadirkan konten berkualitas. Temukan artikel lainnya di situs kami RAJAEROPA