Kartu Pers Wartawan CNN hingga Politico Disita di Gedung Putih

Daftar Isi

Jakarta, boilerenergyefficiency Indonesia

—

Kartu pers reporter boilerenergyefficiency Betsy Klein disita setelah dirinya ditolak masuk ke

Gedung Putih

pada Sabtu (19/9) waktu setempat. Hal serupa juga dialami wartawan dari MS NOW dan Politico sehari setelah Presiden Amerika Serikat (AS) mengumumkan larangan peliputan bagi ketiga media tersebut.

Pengumuman larangan tersebut disampaikan lewat Truth Social pada Jumat (18/9) waktu setempat dan disebut berlaku segera.

Klein melaporkan aksesnya ditolak saat hendak masuk ke Gedung Putih. Ia mengatakan kartu pers yang biasa digunakannya untuk melewati pemeriksaan keamanan tiba-tiba tidak dapat digunakan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Saya memasukkan tanda pengenal saya ke pemindai kartu. Saya mengetik empat digit PIN. Alat itu berbunyi bip beberapa kali, warnanya berubah menjadi merah, biru, dan hijau, dan alat itu tidak menerima nomor PIN saya,” kata Klein, melansir boilerenergyefficiency, Minggu (20/9).

Seorang agen Dinas Rahasia AS kemudian meminta kartu pers Klein dan mengatakan kartu tersebut telah dinonaktifkan. Ketika ditanya alasannya, agen itu mengaku tidak memiliki informasi lebih lanjut.

“Ia bilang tidak punya informasi lebih lanjut. Saya bertanya sekali lagi apakah ada rincian lain yang bisa ia bagikan, dan ia bilang saya harus dirujuk ke Kantor Pers Gedung Putih,” kata Klein.

boilerenergyefficiency mengatakan larangan tersebut tidak akan menghentikan tugas jurnalistik mereka.

“Pagi ini, jurnalis boilerenergyefficiency ditolak masuk ke area Gedung Putih. Misi boilerenergyefficiency untuk melaporkan pemerintahan AS akan terus berlanjut terlepas dari upaya apa pun untuk membatasi akses fisik ke Gedung Putih dan gedung-gedung pemerintahan lainnya, atau upaya lain untuk menghalangi jurnalisme kami,” kata boilerenergyefficiency dalam sebuah pernyataan.

“Kami memiliki hak berdasarkan Konstitusi AS untuk melakukan peliputan kami tanpa hambatan atau campur tangan dari pemerintah dan larangan ini merupakan serangan ilegal terhadap hak fundamental tersebut.”

Reporter MS NOW Akayla Gardner juga mengatakan seorang petugas meminta dirinya menyerahkan kartu identitas karena kartu tersebut telah dinonaktifkan. Sementara itu, fotografer MS NOW juga ditolak masuk.

“Petugas meminta saya menyerahkan lencana saya. Ia bilang lencana itu dinonaktifkan. Saya bertanya mengapa saya tidak bisa masuk. Ia bilang itu di luar wewenangnya,” kata koresponden MS NOW Akayla Gardner dalam siaran langsung dari luar perimeter Gedung Putih.

Menurut Gardner, fotografer rekannya akhirnya bisa masuk setelah seorang produser MS NOW memindai lencana.

Kemudian pada Sabtu pagi, reporter Politico Cheyenne Haslett juga ditolak masuk ke Gedung Putih.

Ketiga organisasi berita tersebut menyatakan akan mengambil langkah hukum untuk membela hak para wartawannya.

Sebelumnya, Trump menuding ketiga media terus memberitakan berita palsu. Ia juga mengancam memperluas larangan ke organisasi lain dan sempat menyebut The New York Times serta The Washington Post sebagai media yang kemungkinan ikut dilarang.

“Saya tidak harus membiarkan mereka masuk ke rumah rakyat,” ujar Trump saat ditanya wartawan Gedung Putih soal alasan larangan itu.

Laporan boilerenergyefficiency tidak memuat tanggapan Gedung Putih atas penolakan pada Sabtu.

Presiden Reporters Committee for Freedom of the Press Bruce D. Brown menyebut pada Jumat bahwa larangan seperti itu sama sekali tidak konstitusional.

“Amandemen Pertama jelas menyatakan bahwa setelah Gedung Putih mengundang sejumlah jurnalis, Gedung Putih tidak dapat melarang jurnalis lainnya hanya karena tidak menyukai pemberitaan mereka,” kata Brown.

boilerenergyefficiency menulis banyak komentator berspekulasi bahwa larangan itu upaya mengalihkan perhatian dari sepekan berita yang tidak menguntungkan menjelang pemilu.

Pada 2018, kredensial reporter utama boilerenergyefficiency di Gedung Putih saat itu, Jim Acosta, dicabut setelah adu argumen dengan Trump. boilerenergyefficiency menggugat, dan Gedung Putih akhirnya mengembalikan kredensial itu secara permanen.

Direktur eksekutif Reporters Without Borders Amerika Utara Clayton Weimers menyebut Trump berusaha mengendalikan siapa yang meliputnya dan di mana.

“Akses pers bukan hak istimewa bagi jurnalis. Itu hak untuk memastikan rakyat Amerika mendapat informasi secara independen,” kata Weimers.

(van/mik)

Baca lagi: Pemkot Makassar Terima PSU 18 Perumahan Senilai Rp578,68 Miliar

Baca lagi: Apa Itu Fitur AudioProtect dan SOS Button di Grab?

Baca lagi: 12 Merek Beras Fortifikasi Ditarik dari Peredaran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: