
Daftar Isi
Jakarta, boilerenergyefficiency Indonesia
—
Kementerian Perang
Amerika Serikat
(dahulu Kementerian Pertahanan) mengungkap serangan
Iran
sejak Februari lalu ke sejumlah fasilitas Negeri Paman Sam di kawasan Timur Tengah menyebabkan kerusakan mencapai US$184 juta (Rp3,2 triliun).
Menurut laporan inspektur jenderal Pentagon, kerusakan yang mencapai triliunan itu terutama menyasar fasilitas diplomatik AS di empat negara Teluk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laporan tersebut, yang diterbitkan oleh
The Hill,
mengatakan kerusakan terjadi pada fasilitas AS di Irak, Kuwait, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA). Ini merupakan laporan pertama yang dikeluarkan kantor inspektur jenderal Pentagon sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan perang ke Iran pada akhir Februari.
Dikutip
The Middle East Monitor
, fasilitas AS di Irak mengalami kerusakan paling parah, dengan nilai lebih dari US$157 juta (Rp27 triliun) dengan menjadi sasaran lebih dari 600 serangan Iran.
Sementara itu, kerusakan fasilitas AS di Kuwait tercatat lebih dari US$14 juta (Rp247 miliar), dan Arab Saudi sekitar US$11,5 juta (Rp202 miliar). Kerusakan pada fasilitas diplomatik AS di UEA diperkirakan mencapai sekitar US$125.000 (Rp2,2 miliar).
Sejak Operasi Epic Fury AS-Israel dilancarkan terhadap Iran pada 28 Februari, Teheran langsung melancarkan balasan dengan menargetkan sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Teluk. Hal itu menyebabkan kerusakan luas pada fasilitas diplomatik dan intelijen AS di kawasan Timur Tengah.
Dalam momen terpisah, Kantor Anggaran Kongres Amerika Serikat (Congressional Budget Office/CBO) juga membeberkan perang dengan Iran telah menelan biaya sekitar US$38 miliar (Rp670 triliun) bagi militer AS hingga 1 Agustus.
Badan yang bersifat nonpartisan itu mengatakan anggaran perang tersebut masih berpotensi bertambah miliaran dolar lagi setiap bulan selama perang yang pecah sejak Februari lalu itu masih terus berlangsung.
Pada Juli, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan kepada para senator bahwa perkiraan biaya perang dengan Iran telah mencapai US$37,5 miliar. Sejumlah pakar menilai angka tersebut masih berada di bawah biaya sebenarnya.
(rds)
Baca lagi: Rupiah Gagah ke Level Rp17.573 per Dolar AS Pagi Ini
Baca lagi: OJK Ungkap Industri Manufaktur RI Lesu Lagi, PMI Turun ke 49,8
Baca lagi: Hanya Satu Profesi Bisa Tulis Gelarnya di Tiket Pesawat, Ini Alasannya

