Kisah Ratu Belanda Kabur ke Inggris Ketika Indonesia Bersiap Merdeka

Jakarta, boilerenergyefficiency Indonesia

Kisah dan cerita seputar proklamasi kemerdekaan Indonesia tidak pernah habis dikupas. Selain kondisi di tanah air, situasi di

Belanda

yang merupakan penjajah Indonesia, juga tidak kalah genting.

Laman kerajaan Belanda royal-house.nl, menuliskan kala itu (1940-1945) Nazi Jerman sedang merangsek menguasai sejumlah kota di Belanda. Ratu Wilhelmina yang menjadi menjadi penguasa Belanda kala itu memutuskan pergi ke London, Inggris, bersama sejumlah menterinya menghabiskan tahun-tahun dari 1940 hingga 1945.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ratu dan para pembantunya meninggalkan Belanda pada 10 Mei 1940 menggunakan kapal perusak Inggris. Dan kembali ke negerinya pada 28 Juni 1945 setelah Nazi kalah.

“Keteguhan hatinya selama tahun-tahun perang membuatnya mendapatkan rasa hormat yang besar, baik di tanah air maupun di luar negeri,” tulis situs kerajaan itu.

Namun tidak semua menanggapi sang ratu dengan rasa hormat. Sebagian malah menganggapnya pengkhianat.

“Ketika berita tentang pelarian ratu dan kabinetnya dari negara itu tersiar keesokan harinya, hal itu menjadi pukulan besar bagi rakyat Belanda. Hingga saat itu, surat kabar sebagian besar melaporkan keberhasilan militer Belanda. Situasinya ternyata lebih serius dari yang diperkirakan orang. Beberapa orang mengkritik ratu dan menyebutnya pengecut. Namun, selama pendudukan, ratu menjadi simbol penting perjuangan melawan Nazi Jerman,” dikutip dari situs

Anne Frank

.

Indonesia siap merdeka

Sementara kondisi di Indonesia sedang dalam proses menuju kemerdekaan. Pada Juni 1945, sejumlah tokoh dan para pemuda sedang persiapan kemerdekaan Indonesia melalui Sidang Pertama BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia).

Dan puncak momen tersebut adalah pidato Ir Soekarno pada 1 Juni 1945 yang memperkenalkan istilah dan gagasan Pancasila sebagai dasar negara, serta lahirnya Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945. Hanya dua bulan setelah itu, proklamasi kemudian dibacakan. Jepang yang saat itu bercokol tak bisa berbuat banyak karena sudah kalah perang dari sekutu.

Sementara Ratu Wilhelmina yang baru pulang dari pengasingan jsteru menolak kemerdekaan Indonesia.

Ratu Wilhelmina berkuasa selama lebih dari 50 tahun hingga turun takhta pada 4 September 1948 digantikan Ratu Juliana.

(imf/bac)

Baca lagi: Penjualan EV dan Hybrid Diklaim Naik 40 Persen Lebih

Baca lagi: Museum Kebangkitan Nasional dan Gagasan Kebangsaan Para Pelajar

Baca lagi: Sinopsis The End of Oak Street, Sekeluarga Mendadak Dikejar Dinosaurus

5 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: