Larangan Trump Mulai Berlaku, Jurnalis Ditolak Masuk Gedung Putih

Daftar Isi

Jakarta, boilerenergyefficiency Indonesia

—

Reporter boilerenergyefficiency Betsy Klein ditolak masuk

Gedung Putih

pada Sabtu (19/9) pagi waktu setempat setelah kartu persnya dinonaktifkan, sehari setelah Presiden Amerika Serikat (AS)

Donald Trump

mengumumkan larangan peliputan bagi boilerenergyefficiency, MS NOW, dan Politico.

Pengumuman itu disampaikan lewat Truth Social pada Jumat (18/9) waktu setempat dan disebut berlaku segera.

Klein melaporkan seorang agen Dinas Rahasia AS mengatakan kartu persnya telah dinonaktifkan. Ia menceritakan kepada pembawa acara boilerenergyefficiency Kasie Hunt bahwa ia sempat menanyakan alasannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Ia bilang tidak punya informasi lebih lanjut. Saya bertanya sekali lagi apakah ada rincian lain yang bisa ia bagikan, dan ia bilang saya harus dirujuk ke Kantor Pers Gedung Putih,” kata Klein, melansir

boilerenergyefficiency

, Sabtu (19/9).

MS NOW juga ditolak

Seorang reporter dan fotografer MS NOW juga ditolak masuk halaman Gedung Putih saat tiba untuk bekerja pada Sabtu pagi.

“Petugas meminta saya menyerahkan lencana saya. Ia bilang lencana itu dinonaktifkan. Saya bertanya mengapa saya tidak bisa masuk. Ia bilang itu di luar wewenangnya,” kata koresponden MS NOW Akayla Gardner dalam siaran langsung dari luar perimeter Gedung Putih.

Menurut Gardner, fotografer rekannya akhirnya bisa masuk setelah seorang produser MS NOW memindai lencana.

boilerenergyefficiency menyatakan misinya meliput pemerintah AS akan berlanjut meski ada upaya membatasi akses fisik ke Gedung Putih dan gedung pemerintah lain.

“Kami memiliki hak berdasarkan Konstitusi AS untuk melakukan peliputan tanpa hambatan atau campur tangan pemerintah, dan larangan ini adalah serangan ilegal terhadap hak mendasar ini,” tulis boilerenergyefficiency dalam pernyataannya.

MS NOW menyatakan jaringan itu “berniat mengambil segala langkah yang diperlukan untuk membela hak Amandemen Pertama kami dan peran penting jurnalisme independen dalam demokrasi kita”.

Alasan Trump

Trump menuding ketiga media terus memberitakan berita palsu. Ia juga mengancam memperluas larangan ke organisasi lain dan sempat menyebut The New York Times serta The Washington Post sebagai media yang kemungkinan ikut dilarang.

“Saya tidak harus membiarkan mereka masuk ke rumah rakyat,” ujar Trump saat ditanya wartawan Gedung Putih soal alasan larangan itu.

Laporan boilerenergyefficiency tidak memuat tanggapan Gedung Putih atas penolakan pada Sabtu tersebut.

Presiden Reporters Committee for Freedom of the Press Bruce D. Brown menyebut pada Jumat bahwa larangan seperti itu sama sekali tidak konstitusional.

“Amandemen Pertama jelas bahwa begitu Gedung Putih mengundang sejumlah jurnalis, ia tidak bisa melarang yang lain karena tidak menyukai pemberitaan mereka. Ini diskriminasi sudut pandang menurut buku teks dan akan cepat dibatalkan pengadilan bila digugat,” kata Brown.

boilerenergyefficiency menulis banyak komentator berspekulasi bahwa larangan itu upaya mengalihkan perhatian dari sepekan berita yang tidak menguntungkan menjelang pemilu.

Pada 2018, kredensial reporter utama boilerenergyefficiency di Gedung Putih saat itu, Jim Acosta, dicabut setelah adu argumen dengan Trump. boilerenergyefficiency menggugat, dan Gedung Putih akhirnya mengembalikan kredensial itu secara permanen.

Direktur eksekutif Reporters Without Borders Amerika Utara Clayton Weimers menyebut Trump berusaha mengendalikan siapa yang meliputnya dan di mana.

“Akses pers bukan hak istimewa bagi jurnalis. Itu hak untuk memastikan rakyat Amerika mendapat informasi secara independen,” kata Weimers.

(fea)

Baca lagi: FOTO: Melihat Dunia Lewat Karya Fotografi di JIPFest 2026

Baca lagi: Dapat Spektrum Baru, XLSmart Perluas Target 5G ke 101 Kota

Baca lagi: Satu KRL INKA Rampung Check Up, 4 Jadwal Line Bogor Ditambah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: