
Daftar Isi
Jakarta, boilerenergyefficiency Indonesia
—
Presiden Amerika Serikat (AS)
Donald Trump
menyedot perhatian usai kedapatan meringis saat pesawat pengebom Angkatan Bersenjata AS melintas untuk menyambut kedatangan Presiden China
Xi Jinping
.
Momen tersebut terjadi di Pangkalan Militer Gabungan Andrews, Maryland, pada Rabu (23/9). Dalam cuplikan sambutan yang beredar, Trump terlihat mengernyit dan meringis ketika pesawat-pesawat B-1 meraung di atas kepalanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Reaksi Trump ini menyita perhatian publik karena bertolak belakang dengan reaksi Xi Jinping. Pemimpin China tersebut sangat santai ketika pesawat-pesawat ganas AS melintas.
Gedung Putih belum berkomentar ketika ditanya mengenai reaksi Trump ini.
Trump menyambut kedatangan Xi Jinping dengan menggelar karpet merah di landasan pacu. Ia terlihat gembira menyapa Xi selepas turun dari pesawatnya.
Kedua pemimpin kemudian berjalan di atas karpet sebelum berhenti untuk menyaksikan pertujukan militer AS, yang dilengkapi dengan band, tembakan meriam seremonial, serta atraksi pesawat terbang.
Setelah berbincang selama beberapa menit, Xi masuk ke mobilnya sementara Trump melambaikan tangan sebagai ucapan perpisahan.
Presiden AS jarang menyambut pemimpin asing langsung di landasan pacu. Biasanya, mereka akan menunggu para pemimpin tiba di Gedung Putih.
Perlakuan dan sambutan Trump terhadap Xi Jinping ini terbilang langka dan luar biasa megah seiring kunjungan ini adalah yang pertama bagi Xi Jinping selama lebih dari 10 tahun.
Saat penyambutan sendiri, publik turut menyoroti setelan yang dikenakan Trump, karena sang Presiden memakai mantel musim dingin panjang dan sarung tangan kulit di cuaca 65 derajat Fahrenheit.
Sejumlah warganet pun mengolok-olok Trump karena dinilai ketakutan menyambut Xi Jinping di negaranya sendiri.
(blq/dna)
Baca lagi: Aturan Ekspor Pakistan Dinilai Untungkan China, Picu Sengketa Jepang
Baca lagi: Crazyrich88 Pusat Game Online Paling Terpercaya
Baca lagi: Resmi Lepas Gelar, Pangeran Harry dan Meghan Jadi Rakyat Biasa

