Trump soal Iran Bebal Negosiasi: Kesempatan Terakhir Sebelum Dipenggal

Jakarta, boilerenergyefficiency Indonesia

Presiden Amerika Serikat

Donald Trump

mengultimatum

Iran

soal kesempatan terakhir untuk berunding sebelum menghadapi konsekuensi yang lebih besar lagi dari sekadar perang.

Pada Senin (3/8) malam waktu AS, Trump mengatakan negosiasi dengan Iran masih berlangsung meskipun Teheran membantahnya. Ia menyebut Republik Islam itu menghadapi “kesempatan terakhir sebelum dipenggal”.

“Ini adalah kesempatan terakhir bagi mereka untuk menandatangani dokumen yang baik,” kata Trump saat berbicara kepada wartawan di Gedung Putih.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Saya ingin memberi mereka setiap kesempatan terakhir sebelum dipenggal.”

Trump mengaku ia setuju untuk terus mengupayakan perundingan dengan Iran atas permintaan Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, dan sejumlah negara lainnya.

Cara Trump menghadapi Iran semakin disorot lantaran sang presiden dianggap malah makin tertekan menghadapi Teheran yang tak kunjung manut terhadap keinginan AS meski telah digempur habis-habisan sejak Februari lalu.

Trump pekan lalu mengancam akan menyerang Iran “dengan sangat keras”. Ia juga mengungkapkan kemungkinan melancarkan serangan baru terhadap infrastruktur energi Iran sebelum menarik kembali ancaman tersebut pada Sabtu dan mengatakan bahwa “kerangka” kesepakatan sudah tersedia.

Trump bahkan mengecap Iran lah yang memohon-mohon kembali ke meja perundingan, sesuatu yang dibantah keras Teheran.

Kementerian Luar Negeri Iran pada Senin membantah bahwa negosiasi dengan Washington sedang berlangsung.

“Negosiasi kami adalah dengan Oman untuk memastikan jalur pelayaran melalui Selat Hormuz,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, merujuk pada jalur penting bagi perdagangan minyak tersebut.

Hormuz telah menjadi salah satu hambatan utama dalam upaya mengakhiri perang. Setelah gencatan senjata runtuh, Iran kembali memberlakukan blokade di jalur perairan tersebut, seperti yang pertama kali dilakukannya pada awal perang, dengan menghalangi kapal-kapal yang hendak melintas dan menembaki kapal-kapal komersial.

Kesal dengan pernyataan Iran, Trump menyebut Teheran “bermuka dua” karena secara terbuka dan terang-terangan mengatakan bahwa mereka tidak sedang bernegosiasi dengan AS.

“Terlepas dari apakah Iran mau mengakuinya atau tidak, faktanya kami sedang membicarakan solusi atas masalah yang telah mereka sebabkan selama puluhan tahun,” ujar Trump seperti dikutip

AFP

.

(rds)

[Gambas:Video boilerenergyefficiency]

Baca lagi: Agro Lestari Bangun 537 Hektare Area Konservasi Hewan di Kalteng

Baca lagi: Rakornas Dukcapil 2026 Satukan Kebijakan Data Kependudukan Nasional

Baca lagi: Ariana Grande Blak-blakan Alasan Hiatus setelah Tur Selesai

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: