Viral Kucing Jadi ‘Kurir’ Narkoba di Penjara Rusia

Jakarta, boilerenergyefficiency Indonesia

Seekor kucing di

Rusia

menyita perhatian publik setelah ditangkap sipir di sebuah penjara di wilayah Nizhny Novgorod, Rusia Barat.

Penangkapan kucing tersebut bukan tanpa sebab. Hewan berbulu itu ternyata merupakan kurir narkoba.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari

The Independent

, petugas di Lembaga Pemasyarakatan No. 17 melihat kucing tersebut saat hendak memasuki lapas. Petugas yang sedang bersama anjing pelacak itu kemudian mencegat hewan tersebut dan menemukan dua kalung buatan tangan terpasang pada lehernya.

Kalung itu disita dan dibuka isinya. Zat-zat di dalam kalung dipastikan sebagai narkotika.

Pasca penangkapan tersebut, pihak berwenang memutuskan melakukan pemeriksaan kesehatan pada kucing itu. Setelahnya, hewan itu dilepaskan ke alam liar.

Polisi memastikan hewan berkaki empat tersebut tidak terluka selama penangkapan dan pemeriksaan.

Otoritas tidak memberikan informasi mengenai orang-orang di balik upaya penyelundupan maupun mengenai jenis narkoba yang ditemukan.

Tahun lalu, kejadian serupa terjadi di Costa Rica ketika seekor kucing liar ditangkap petugas karena menyelundupkan narkoba ke dalam penjara.

(blq/rds)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video boilerenergyefficiency]

Baca lagi: Polisi Periksa 7 Saksi Kasus Pengeroyokan Pemuda di Morowali

Baca lagi: Mesir Resmikan Markas Militer Raksasa Oktagon Kalahkan Pentagon AS

Baca lagi: Kemnaker Bakal Perketat Seleksi Magang Nasional: Harus Sesuai Jurusan

2 Responses

  1. Suka sekali sama kesimpulan di akhir artikel ini, sangat objektif dan berbobot banget. Keren abis. Ringkasan informasi serupa yang cukup detail juga bisa diintip di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297599563_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297495561_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297457752_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320654106_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320225145_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297285618_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F296989745_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297552997_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F296983196_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297529135_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320725192_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297433858_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320505884_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F296989615_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297420207_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320620498_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320182684_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297395076_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297413130_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297615767_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320704174_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F296975412_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297018257_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320675492_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320609886_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297268579_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297161845_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297298466_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320378244_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297323573_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297542881_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320619013_htm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: